Beberapa quotes favoritku dalam buku Pantang Padam :

 

Saat itu seolah terlupa dengan semua kepercayaan diri yang pernah terkumpul, terlupa dengan kelebihan yang diberikan, terlupa dengan mimpi-mimpi dan rasa optimis.(halaman 40)Tapi sayangnya, manusia memang terkadang terlalu riweuh pada satu kekurangan sehingga terlupa pada seribu kelebihan yang diberikan.(halaman 83)“… Ia membuat pilihan untuk menaruh sebuah senyum di wajahnya dan berfokus pada apa yang bisa ia lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa ia lakukan.”(halaman 99)

 

Hmm…, sebenarnya banyak part yang aku sukai di buku mba Yulia. Tapi quotes di tiga halaman di atas adalah beberapa yang paling aku sukai. Lalu kenapa aku menyukai tigaquotes tersebut? Ini alasanku 😀

 

Ini tentang kekurangan vs kelebihan. Menjadi seorang skolioser merupakan salah satu kekurangan kah? Bisa iya bisa tidak menurutku, tinggal bagaimana kita menyikapinya :) Kalau aku sih, mencoba untuk keep positive thinking and positive feeling, menjadi skolioser adalah kelebihan, ini salah satu nikmat dari Allah. Walaupun dulu aku sangat tidak pede dengan bentuk tubuhku yang ‘lain daripada yang lain ini’, namun seiring berjalannya waktu aku belajar untuk menerimanya dengan penerimaan yang seluas-luasnya 😀 Bukankah kita ini diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya oleh Allah SWT yah? (QS. At-Tin : 4)

 

Kita hidup bersama kekurangan dan kelebihan. Sesuai quotes pertama dankedua di atas, kebanyakan dari kita terlalu fokus, terlalu riweuh pada kekurangan yang kita miliki, lupa kalau kita juga dikaruniai kelebihan yang sempurna.

 

“… dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Israa’ ayat 70)

 

“Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas.” (Ali bin Abi Thalib)

 

Jadi, masihkah kita berfokus saja pada kekurangan kita? Yuk mindsetnya diubah dulu. Balikkan kekurangan menjadi kelebihan kita. Bahkan dalam sebuah twit disebutkan bahwa ketika kita bisa mengakui kekurangan kita, itu merupakan suatu kelebihan bagi kita. So, sekarang fokus saja pada kelebihan yang kita miliki, yang penting jangan berlebihan sehingga menjadikan kita sombong. :)

 

Lalu disempurnakan lagi dengan quote terakhir, fokus pada apa yang bisa kita lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa kita lakukan. Walaupun kita skolioser, masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Bahkan hanya dengan memberikan senyuman kepada saudara kita saja sudah dinilai sedekah kan yah? Sekarang siapa yang gak bisa senyum hayou? hehehe :) Jadi, yuk kita lakukan hal-hal bermanfaat yang bisa kita lakukan mulai sekarang juga.

 

Satu kelemahan, satu skoliosis, bukan menjadi batas kita untuk memberikan secercah semangat kepada orang lain. Tetap bermanfaat, apapun kondisi kita. Selagi kita bisa melakukannya, bisa menebar manfaat, kenapa tidak dilakukan sekarang juga? Karena di dalam diri kita masih tersimpan kekuatan yang tak terbatas. Iya bukan?

 

Selamat melanjutkan mimpi-mimpi besar kita dengan penuh optimisme. Walaupun kita skolioser, kita boleh kok bermimpi yang besar. Jangan pernah meremehkan impian walau setinggi apapun, karena sungguh Tuhan Maha Mendengar.

 

Terimakasih mba Yulia untuk bukunya yang penuh inspirasi didalamnya. Salam sukses dunia akhirat!!! 😉

 

Semangat skolioser!!! :) 😉 😀

Diambil dari blog Dyah di sini