image

Bismillahirrahmaniirrahiim

U know that? life is ‘beautiful mystery.’ Ku masih ingat, dulu semenjak SD pernah belajar IPA tentang berbagai kelainan tulang belakang (prolognya doang barangkali…), diantaranya lordosis, kifosis dan skoliosis. Dari 3 varian itu, yang paling membuatku teraneh-aneh adalah ‘skoliosis’. Lho, kok bisa sih tulang sampe miring-miring ke samping begitu, dan nampak tidak ‘sedap’ dipandang, he. Nah, dari situ aku jadi punya ‘semangat’ untuk selalu menjaga posisi/ sikap badanku agar tak alami berbagai ‘varian kelainan’ tersebut.

Sikap dudukku selalu dijaga agar tegak selalu. Selain itu, waktu SMP hingga awal-awal SMA, aku mengikuti latihan PASKIBRA, jadiii si body memang terkondisikan buat selalu tegap-tegak. Di masa-masa SMA sampai awal kuliah, aku pun termasuk sport addict… pokoknya kalo gak olahraga dalam seminggu, berasa ada yang hampa . Oya, asupan makanan juga diperhatikan sekali!
Seiring berjalannya waktu (halah), kesibukkanku semakin bertambah (sebenarnya sih gak boleh jadi pembenaran, hi), akhirnya berbagai ‘kebiasaan baikku’ mulai menguap entah kemana. Aku jaraaang banget olahraga dan agak slebor dengan penjagaan kondisi tubuh. Walhasil… mulai terasa, ada ‘pemberontakkan’ di badanku.

Khusus tentang my backbone, sudah merasa bermasalah sekitaran tahun 2008 lah! Dulu aku sempat mengikuti camping, dan pastinya membawa carrier (dengan bobot yang ‘oke’). Waktu itu, posisi carrier sudah siap kugendong, tapi saat aku akan bangkit berdiri, ternyata aku tak kuat menopang beban (padahal dulu2 biasa aja!). Ya sudahlah, aku memaksakan diri untuk berdiri walau kepayahan dan ternyata badanku jadi gemetaran… Saat itu aku panik sih, tapi berlagak kalem di depan teman lainnya. Haha. Dari situ sebenarnya aku mulai merasa ada ‘keganjilan’ di spinalis-ku! Tapi…keep quiet sajalah, soalnya gak ada pikiran apapun, kuanggap reaksi biasa saja.

Semakin kemari, aku merasa tulang punggungku ‘gak bener.’ Setiap duduk lesehan, ku jadi tak kuat berlama-lama..karena akan cepat merasa pegal dan ujung-ujungnya akan ku sangga dengan tangan di samping atau mencari sandaran, termasuk kalau habis shalat. Sehabis shalat, kadang aku langsung tilawah. Biasanya aku bisa tahan duduk lesehan sambil tilawah hingga berlembar-lembar mushaf. Tapi sekarangan, hanya sehalaman saja… kayaknya punggungku sudah komplen, hehe.

Selain itu, aku merasa tinggi badanku makin berkurang…haha. But its fact! Ketika bertemu si A, B, C, D dll, dulu aku lebih tinggi dari mereka itu. Eeeh, waktu ketemu lagi di lain waktu… kenapa tinggi gue jadi ke salip! Hihi. Tapi, kuabaikan saja keanehan itu… kalau kata orang (sok) bijak mah.. ”mungkin perasaan dek Chika sajah”, hoho.

Belum cukup sampai di situ, kalau aku jalan sambil menggendong ransel… suka merasa ada yang mengganjal di punggung bawah dan tengah, akhirnya berdampak posisi tubuhku agak condong ke depan… dan berasa pegaaal banget. Hmm, aku gak bisa berdiri tegak sambil menggendong ransel.. “wah, aneh-aneh saja..pikirku”. Termasuk saat aku jadi pe-nebeng sejati..hihi. Biasanya kalau aku boncengan motor dengan posisi duduk cewek/ posisi miring, body-ku fine2 aja! Tapi…sekarang…jadi mudah pegal..dan jadinya gak bisa duduk tenang. Kalau sedang mengetik/ ada di depan komputer lama (apalagi gaweannya banyak) atau nulis manual… punggung, bahu dan tengkukku kerap meronta-ronta kegirangan. Yaah kupikir keluhan biasa…

Naaah, puncak kejanggalan adalah ketika aku mempunyai tonjolan di tulang belakang bagian bawah (posisinya agak atas dari tulang ekor). Aku sempat merasa aneh, tapi yaa dibiarkan saja. Hanya saja, kalau aku lagi rebahan dilantai, si tulang tsb suka berderak…”kreeek” bunyinya, he. Suatu kali, saya bercerita pada si teteh (kakakku), dan dia bilang, “ini kudu diperiksa, karena tulangnya gak bener.” Gak puas dengan ’diagnosa’ amateur (haha), lalu ku cari second opinion pada temanku, beliau mahasiswa s2 keperawatan, ternyata tanggapannya sami mawon! “ini harus diperiksa dek, biar jelas n jelas juga cara penanganannya.”

Akhirnya, tanggal 5 November 2011 (unforgettable moment..), aku diantar ke RS. Halmahera Siaga. Disana aku bertemu dengan dktr. Husodo Dewo Adi, Sp.OT n Spine! Halah… Terjadi obrolan seru di ruang prakter pak dokter… kemudian diputuskan untuk melakukan rontgent (x-ray) pada tulang belakangku. Setelah ada hasilnya, ternyata eh ternyata… aku divonis terkena kelainan tulang yang kukhawatirkan sewaktu SD dulu (haha), tulangku meliuk kecentilan!

…Jreng-jreeeng… Oouw, unfortunately..neng Chika ternyata punya SCOLIOSIS thoraco lumbalis (tingkat kemiringan middle, 30 derajat) sodara-sodara! (give standing applaus..Hehe). Dan menurut beliau, kelainan anatomi tulangku ini adalah ‘bawaan orok’ yang mungkin diperparah kondisinya oleh berbagai ‘aktivitas berat’ atau ‘sikap tubuh yang tidak seimbang’. Tapi, kata orang ahli, bahkan 80% kasus kadang gak tau penyebab apa! Skoliosis Idiopatik, istilahnya…

Pantas, kalau pakai baju juga suka tinggi atau panjang sebelah… he. Keliatannya dibagian lengan (karena bahuku tinggi sebelah di bagian kanan… kelihatan banget kalau mengenakan kebaya…hi) atau saat lagi pakai gamis, di bagian bawahnya jadi panjang sebelah…. . Sekarangan mah kalau angkat beban yang agak berat, kebanyakan berdiri, banyak duduk depan meja…membuatku mudah lelah. (payah sekali yaa…gimana dah beranak?! Xixi).

“Yaa. Allah… sakit apalagi sih ini teh!”, gumamku dalam hati. I was so disappointed… tapi yaa mau gimana lagi, insyaAllah ada hikmah besar di balik semua ini. Dari situ aku mulai gerilya mencari informasi tentang skoliosis… semakin tahu, kadang memberi harapan dan semangat atau malah kadang membuatku ‘sedih’. Dibilang akan bermasalah ketika hamil atau melahirkan dan pasca-nya lah…dsb.

Anyway… aku hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin… dan Allah juga yang memiliki kehendak atas segala sesuatu! Kudu keep positive thinking…he. Alhamdulillah dah berjalan fisio therapy…cukup membantu (walau kadang hanya jangka pendek, he). Kata dokter mah, harus rajin berenang… (nah, tugasku untuk menghilangkan trauma kelelep di masa lampau…hoho) dan baiknya tidur melantai atau di atas papan =O. Hmmm, dan jangan aneh kalau dari dulu sampai sekarang, aku lebih prefer ber-ransel..ketimbang tas selempang atau jinjing (bukan maksud ngikutin dora d’xplorer..atau gak mau anggun…hi). Soale itu memang cara untuk menyeimbangkan beban di kedua bahuku.

Yup, yang bisa ku lakukan sekarang adalah ‘berdamai’ dengan skoliosisku… with my amazing backbone… Usaha yang pol dan doa pada Sang Maha Segalanya….

Lagian, masiiiih banyak orang yang nasibnya lebih –parah- dariku, dan mereka tetap struggle! Sabar, syukur…tetap ceria… selalu TERSENYUM!

Foto dan tulisan: Chika Ananda

Chika Ananda saat ini bekerja sebagai editor di sebuah agensi naskah.