2-01

Deteksi dini skoliosis penting untuk dilakukan bagi siapa saja. Hal ini untuk mencegah kelengkungan tulang belakang bertambah cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Deteksi dini secara sederhana bisa dilakukan di rumah. Mintalah bantuan pada anggota keluarga seperti orangtua, adik/kakak untuk membantu mengidentifikasi gejala ini.

Caranya yaitu:

1. Berdiri di depan cermin.

2. Periksa dan amati baik-baik apakah gelang bahu lebih tinggi dari salah satu sisi.

3. Periksa dan amati baik-baik apakah lekukan tubuh simetris atau tidak. Adakah perbedaan antara lekuk tubuh kiri dan kanan? Misalnya pinggang atau pinggul tidak sama tinggi.

4. Membungkuk dan posisikan tubuh seperti sedang ruku’ dalam shalat, dengan tangan menjuntai ke bawah.

Metode ini disebut Adam`s forward bending test. Kemudian mintalah salah satu keluarga meraba punggung, apakah saat diraba terdapat salah satu sisi punggung kiri atau kanan yang menonjol dan tidak rata. Pada umumnya terdapat rib hump atau tonjolan tulang iga pada skolioser di sebelah kiri atau kanan.

5. Periksa juga apakah sering merasa nyeri, kaku, atau pegal pada punggung? Beberapa skolioser kerapkali merasa sesak nafas dan nyeri yang amat sangat pada punggung, meski ada juga yang tidak.

Ciri di atas tidak mutlak menjadikan seseorang skoliosis atau tidak, namun jika dari deteksi dini tersebut kamu ternyata cenderung atau dikhawatirkan memiliki skoliosis, langkah selanjutnya tentu adalah memeriksakan diri sesegera mungkin ke dokter orthopedi untuk kemudian dapat diketahui langkah-langkah penanganan selanjutnya.

Biasanya dokter akan meminta pasien melakukan rontgen tulang belakang dengan melakukan berbagi posisi untuk memastikan hal tersebut.

Berikut adalah infografis yang dibuat oleh Tya, skolioser Semarang.

2-01

Yuk, SadarSkoliosis!

* sumber tentang brace >> http://www.aetna.com/cpb/medical/data/300_399/0398.html