Dari berbagai perbincangan rupanya ada cukup banyak skolioser perempuan yang merasa khawatir dengan kondisi skoliosisnya dan menghubungkan dengan apakah nantinya bisa hamil atau tidak. Sepengetahuan yang saya baca belum ada penelitian yang menuliskan keterkaitan antara skoliosis dan tidak bisanya seorang perempuan untuk hamil.

image

Ada juga skolioser yang merasa khawatir apakah nantinya pasangan akan menerima “kekurangan” berupa tulang punggung yang berbeda tersebut atau tidak. Ah, marilah kita anggap diri kita spesial, bukan “kurang”.
Lagipula jodoh sudah dijamin olehNya.

Bagaimana jika perasaan khawatir tentang kehamilan itu tetap ada? Sebelumnya saya juga merasa khawatir dengan adanya skoliosis juga MVP di jantung saya. Tapi ketika dinyatakan hamil, saya bertekad untuk tidak khawatir dan bismillahirrahmanirrahim saja. Alhamdulillah semua sehat dan tidak ada kendala.

Berikut adalah beberapa tips persiapan menjalani kehamilan bagi skolioser:

1. Yuk, sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Bagi yang sudah menikah dan sedang mempersiapkan kehamilan atau bahkan yang belum menikah bisa mulai dengan memperkuat otot-otot punggung dengan olahraga seperti renang.

Seorang dokter syaraf pernah berkata pada ibu saya yang saat itu menjalani terapi bahwa berjalan di dalam air saja sudah merupakan terapi ringan untuk otot dan syaraf, juga tulang. Maka tidak ada alasan “malas karena tidak bisa renang” lagi ya.

Pegal-pegal dan nyeri saat hamil juga akan langsung menghilang begitu kita masuk ke dalam air.

image

2. Persiapkan diri juga dengan memperbanyak jalan kaki jika kamu mampu dan tidak mengalami kendala. Karena jalan kaki memiliki banyak sekali manfaat.

image

3. Bagi yang sudah hamil, jika kehamilan dirasa kuat dan tidak mengalami masalah tetaplah berolahraga secara ringan dengan berkonsultasi pada dokter kandungan terlebih dulu. Misalnya melakukan prenatal yoga atau yoga khusus ibu hamil setelah usia kandungan memasuki trisemester kedua atau memasuki 4 bulan.

Berlatihlah mengatur pernafasan, terutama jika berniat melahirkan secara vaginal. Berlatih pernafasan melalui prenatal yoga juga sangat bermanfaat karena ada kalanya ketika kehamilan bertambah besar mulai muncul rasa sesak. Jika kita rajin mengatur pernafasan kendala ini insya Allah bisa menghilang.

image

4. Jika memungkinkan, beraktivitas lah seperti biasa namun dengan mengurangi porsinya dan menghindari kegiatan mengangkat benda terutama benda berat. Jangan segan untuk meminta bantuan rekan kerja atau siapa saja yang sekiranya bisa membantu.

5. Bergabung dengan komunitas untuk saling mendukung dan mendoakan semoga persalinan lancar, sehat, dan selamat.

image

When you are a mother, you are never really alone in your thought. A mother always think twice, one for herself and one for her child.” ~ Sophia Lauren.

Catatan: Ini tidak mutlak dan belum tentu cocok bagi semua skolioser hamil, sehingga wajib untuk berkonsultasi dulu dengan dokter ya.

Foto dan tulisan oleh: @yuliayulijo