Bisakah seorang skolioser berolahraga? Sebagai manusia yang menginginkan tubuh tetap bugar, jawabnya tentu bisa. Asalkan mengenali betul tubuh sendiri, mengetahui batas diri, serta berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga.

Salah satu olahraga yang bisa dilakukan untuk skolioser adalah berjalan kaki.

wpid-20140518_065423.jpg

Berjalan kaki merupakan aktivitas fisik yang sangat biasa, mudah dilakukan, cocok untuk segala usia, minim cedera, dan murah meriah.

Dalam C3 Collaborating for Health’s review of The Benefits of Physical Activity on Health and Wellbeing disampaikan bahwa berjalan kaki dapat meningkatkan kekuatan otot dan melancarkan sirkulasi darah sehingga mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke, juga penyakit tulang seperti nyeri punggung.

Berjalan kaki di ruang terbuka pada pagi hari sambil terpapar sinar matahari juga bermanfaat karena vitamin D yang dapat diserap oleh tulang.

Bagi pemula, kegiatan berjalan kaki dapat dimulai sedikit demi sedikit yang kemudian bisa meningkat menjadi lebih lama dan lebih jauh. Hal terpenting adalah memastikan kondisi tubuh sehat dan tidak memaksakan diri jika memiliki penyakit seperti penyakit jantung.

Tips berjalan kaki untuk pemula:

1. Lakukan sedikit demi sedikit. Misalnya 10-15 menit yang kemudian bisa meningkat menjadi 20 menit.

2. Pilih lokasi yang aman untuk berjalan kaki. Contohnya di lapangan olahraga, trotoar dan jalan yang kondisinya baik, serta jalur yang tidak ramai dilalui kendaraan bermotor.

3. Pilih pagi hari atau sore hari ketika sedang musim panas atau kemarau untuk menghindari sengatan matahari siang. Pagi hari sangat baik karena udara masih sejuk dan belum terkena banyak polusi.

4. Jika tidak terbiasa atau ketika sedang hamil, hindari berjalan kaki saat sesudah hujan untuk menghindari jalanan yang licin.

5. Gunakan alas kaki yang tepat dan sesuai ukuran kaki. Alas kaki yang terlalu besar atau kekecilan akan menyulitkan saat berjalan.

6. Jika sudah bisa menempuh jarak cukup jauh tingkatkan kemampuan dengan melakukan trekking menuju air terjun atau di jalan setapak hutan kecil.

7. Jika memungkinkan ajak teman atau bisa juga hewan peliharaan sebagai penyemangat

8. Minum air putih yang banyak untuk menghindari dehidrasi.

Selamat berjalan kaki!