​Hi ! Salam Skolioser. Namaku Trisna Virliana Ramadhanti, biasa dipanggil Trisna. Yapp, aku adalah seorang gadis skoliosis yang berusia 18 th dan entah sekarang berapa derajat yang Insya Allah akan melakukan pengoreksian. Aku adalah salah satu mahasiswa baru di Politeknik Negeri Malang.

Aku akan berbagi cerita tentang pengalamanku selama LDK dengan sahabat terbaikku, yaitu skoliosis. Sebelumnya aku akan jelaskan LDK yang dimaksudkan disini. 

Jadi begini, LDK mungkin pada umumnya salah satu syarat untuk mengikuti salah satu organisasi, semacam diklat. Namun di kampusku ini LDK merupakan salah satu kegiatan yang harus diikuti oleh MABA. LDK ku ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2016 – 20 Agustus 2016. Satu minggu full aku menginap di Pusdik Arhanud Batu, jadi pembinanya adalah para TNI. 

Awalnya aku berencana untuk tidak ikut, dan papaku juga tidak mengizinkan. Ya, karena apalagi kalau bukan karena skoliosisku ini. Tapi ternyata LDK ini wajib. Solusi yang Papa berikan waktu itu adalah aku tetap mengikuti semua rangkaian LDK tetapi tidak untuk kegiatan fisik. Jadi aku minta surat dokter untuk mengizinkanku tidak mengikuti kegiatan fisik. So, pada tanggal 08 Agustus aku pergi ke rumah dokter Tjuk untuk minta surat izin dan konsultasi masalah skoliosisku ini. Aku juga menceritakan kalau aku sering merasa nyeri dibagian punggung, dan tulang belikat. Jadi, dr. Tjuk memberikanku sebuah resep obat. Yang diminum ketika aku merasa kesakitan. 

Karena jujur ketika nyeri ini kumat, rasanya sakit sekali. Bahkan aku pernah tidak bisa tidur…. Tarrraaaa, surat izin dokter sudah di tangan. Aku memberikan surat itu pada bagian kemahasiswaan. Tidak lupa aku menyalin surat izin tersebut. 

Hari keberangkatan LDK pun telah tiba. Papa dan Mama mungkin sedikit tidak tega membiarkanku pergi, karena mungkin mereka khawatir dengan kondisiku yang skoliosis ini. Tapi aku yakinkan kepada mereka bahwa aku akan baik-baik saja dengan surat dokter di tangan. Sebenarnya aku juga sedikit takut sih. Bagaimana jika tiba-tiba nyeri itu muncul disaat tidak tepat, yaaaa beruntungnya ada obat sih. 

Saat absensi aku ditanya oleh TNI nya “Apa ada keluhan sakit?”

Yaaa lalu aku bilang “Saya skoliosis, pak. Sudah memberikan surat izin dokter untuk tidak mengikuti kegiatan fisik”. Dan para TNI nya pun mengerti. 

Hari pertama kegiatan LDK, aku masih belum bilang ke pembinaku bahwa aku skoliosis. Karena aku fikir, hari pertama kegiatannya masih belum full. Ehhhh, tak disangka ternyata hari pertama upacara dan PBB full. Kaki dan punggungku rasanya nyeri. Sebenarnya saat itu aku memaksakan diriku untuk ikut. Karena aku fikir, walaupun aku skoliosis aku tidak boleh manja. 

Malamnya aku tidak bisa tidur karena nyeri punggung yang sangat menyiksa sampai terasa sesak, kakiku juga sakiiiittt sekali (akupun merasa kapok karena terlalu memaksakan. 
Hari keduanya aku lapor ke pembinaku. Akhirnya selama kegiatan fisik aku selalu duduk di belakang sambil melihat teman-temanku PBB. Untung saja aku nggak sendirian, ada temanku yang tidak bisa mengikuti kegiatan fisik juga. Rasanya ingin sekali ikut kegiatan itu, tapi apadaya my bonebone tidak mengizinkan. Jadi, selama kegiatan fisik aku selalu tidak ikut. Dan pastinya jadi pusat perhatian gitu. 

Tak jarang para TNI bertanya “Kamu kenapa kok tidak ikut kegiatan ?” akupun menjawab “Skoliosis”. 

Banyak sekali yang bertanya, hingga membuatku bosan dan mual setiap ditanya. Pingin rasanya bawa papan bertuliskan skoliosis -__- . Tapi ternyata yaaaa tidak banyak yang tau tentang skoliosis. Bahkan ada salah satu TNI yang bertanya detail tentang skoliosis. Sepertinya penyuluhan tentang skoliosis harus ditambah lagi. 

Saat kegiatan outbound pun aku tidak bisa ikut, karena OB nya cukup ekstrim bagi penderita skoliosis bahkan sakit tulang lainnya. Suatu ketika punggungku terasa sakit sekali, kakiku sampai kesemutan. Bagian dadaku juga terasa sedikit sakit. Yaa, mungkin karena aku sedikit kelelahan. Tak berfikir panjang, aku langsung minum obat dan pergi ke bagian kesehatan untuk merilekskan punggungku. Malamnya masih ada kegiatan outdoor, jadi aku pakai pakaian yang sangat hangat untuk menghindari nyeri punggung yang diakibatkan suhu dingin. 

Itulah cerita pengalamanku selama LDK dengan sahabat terbaik.

Mungkin ada saat dimana aku merasa lelah dan sangat sedih karena kondisi skoliosisku ini, bahkan aku juga pernah diejek adik kelasku karena skoliosisku. Sakit hati? Tidak, tapi sedih rasanya. 

But, I believe that Allah always with me. Inilah takdir yang Allah berikan. Malu ? pernah. Dulu aku selalu menutup-nutupi bahwa aku skoliosis. Tapi aku tidak pernah merasa minder, di sekolah aku juga aktif berorganisasi. Ya, walaupun menghindari kegiatan fisik berlebih. 

Jadi, temen-temen skoliosis semuanya. Kita harus tetep semangat, jangan jadikan kekurangan kita ini sebagai penghambat untuk maju dan berkarya. 

Jangan malu. Kita ini special lho! 😀 

Di setiap kekurangan yang Tuhan berikan pasti ada suatu kelebihan yang Tuhan berikan juga. Seemaanggaatttt!! Dan bersahabat baiklah dengan your bonebone, karena yang tau tentang dirimu adalah dirimu sendiri bukan orang lain. 

Salam Skolioser (^.^ )/

Ini nih temen2 yg selalu nemenin LDK