Koran Radar Bogor pada hari Sabtu, 13 Februari 2016 memuat profile Mia Nirmala dengan hobi paper quilling dan craft yang ditekuninya selama ini. Mia adalah seorang skolioser yang menekuni kerajinan tangan dan juga salah satu tim Kurva. Selama ini Mia pun cukup aktif menggaungkan pentingnya sadar skoliosis dengan mengenakan kaos #sadarskoliosis dalam kegiatannya, misalnya saat pameran atau kegiatan mendaki gunung dengan teman-temannya yang masih awam dengan skoliosis. Hal ini secara tidak langsung turut mengampanyekan mengenai apa itu skoliosis dan semakin memperluas scoliosis awareness.

12698177_10209058285913817_5331168117574162021_o

Mission accomplished.
Utk semua skolioser di manapun kamu berada, dream do come true. Make it happen.

Ucapnya saat mendaki gunung Guntur bulan Januari 2016 lalu.

Semoga terus berkarya dan menginspirasi, Mia!

12474079_10208760036417766_7806534380279549598_o

Baca juga cerita tentang Mia dan kerajinan tangannya di sini.

tya 2

tya 1Tya adalah seorang skolioser yang menekuni craft jahit menjahit. Berikut adalah cerita yang dituturkan via message kepada penulis.

1. Sejak kapan kira-kira Tya tahu punya skoliosis?

Pertama kali ketahuan skoliosis waktu kelas 3 SMA. Waktu itu abis liburan kenaikan kelas, saya sama ibu panggil tukang pijet ke rumah. Waktu tukang pijetnya giliran mijetin saya, tukang pijetnya bilang “Mbak, ini tulang punggungnya kok aneh, bengkok banget, Mbak. Coba ke dokter”.

Memang waktu itu nggak ada keluhan yang signifikan, mungkin juga karena saya yang cuek hehe. Keluhan yang sering dirasakan waktu itu sering capek kalau lari atau jalan cepat dan sering sesak nafas. Sejak itu saya periksa ke dokter ortopedi di RS. Elisabet Semarang dan langsung dirujuk ke RS Pondok Indah Jakarta dan dapat perawatan disana.

(more…)

Diny3

Diny1Diny adalah seorang skolioser yang menekuni kerajinan flanel. Saat ini ia sedang mengumpulkan dana untuk operasi skoliosisnya yang didukung oleh kawan-kawan sesama handcrafter. Berikut adalah cerita yang dituturkan via message kepada penulis.

————-

1. Sejak kapan kira-kira Diny tahu bahwa Diny memiliki skoliosis?

Sejak kecil orang tua merasa ada yang aneh, tepatnya usia dibawah 5 tahun. Kan saya anak kembar, kembaranku namanya Dina. Mamah bilang waktu kecil aku berdirinya miring. Waktu kelas SD benjolan di punggungnya sudah besar, waktu itu ada temen yang tanya. Namanya anak kecil, aku nggak bisa jawab. Ternyata sampai usia SMP, punuknya semakin membesar, tapi orangtua nggak pernah periksa ke dokter. Berlanjut hingga usia SMA, seingatku kalo diukur mungkin sudah 70 derajat kira-kira.
Tahun 2010 aku kerja di klinik anak-anak special need dan jadi staf administrasi di klinik fisioterapi. Dari situlah aku punya kenalan fisioterapis, akhirnya disuruh rontgen. Ternyata sudah sekitar 90 derajat. Dokter menyarankan operasi tapi karena keterbatasan dana, akhirnya orangtua nggak bisa berbuat apa-apa.

2. Kenapa tertarik dengan flanel? Awal cerita terjun di kerajinan tangan bagaimana?

Sebenarnya aku nggak tertarik dengan flanel. Tahun 2014 bulan Maret aku berani resign dari perusahaan garmen, posisiku sudah karyawan tetap. Tapi mengingat kondisi fisik karena harus berdiri selama 12 jam akhirnya aku beranikan diri. Setelah keluar, aku buka warung kecil-kecilan di kost-an sambil bikin donat dititip ke warung sama koperasi sekolah.
Akhirnya aku googling tentang flanel. Banyak kisah orang yang sukses dengan flanelnya, dari situ aku mulai tertarik. Belajar otodidak dari nol banget. Beli buku, cari-cari tutorial di youtube dan google, beli ebook dll.
Tiga bulan pertama nggak ada orderan hihi… Karena flanelku masih belum rapi. Disimpen di koperasi pun hanya laku beberapa. Tapi aku tetep semangat, mbak. Mulai aktif di grup crafter, kenal dengan para crafter dll. Akhirnya aku belajar banyak dari sana.
Sejak memulai usaha craft, aku langsung ngasih nama Bintang Kecil Handmade. Kenapa bintang kecil? Aku penggemar bintang sejak kelas 4 SD. Pas bangun tidur yang dilakukan itu buka jendela liat bintang hehe. Waktu SMP dan SMA pun sama. Tiap malam ngerjain PR, curhat sama dina sambil liat bintang berdua. Betah banget kalo udah liat bintang, damai haha… Karena bintang juga punya sejuta makna. Kalo dijelasin nanti nggak selesai-selesai, lagipula nama bintang kecil juga mudah diingat, kan?
 Diny2
3. Dengan adanya skoliosis apakah merasa ada hambatan?
Hambatan pasti ada, Mbak. Bikin flanel itu kan duduk berjam-jam. Kadang punggungnya lelah. Apalagi kalo lagi banyak orderan, begadang sampai malam. Hambatannya cuma karena harus duduk lama aja sih, Mbak. Selebihnya fine hehe.
4. Apa harapan atau cita-cita yang ingin dicapai terkait skoliosis atau handcraft?
Harapan aku tentunya bisa operasi, walaupun nggak menyembuhkan, tapi setidaknya bisa meningkatkan kualitas hidup.
Cita-cita aku di tahun yang akan datang, karyaku bisa menembus pasar internasional alias bisa ekspor hihi. Aku juga punya cita cita suatu saat nanti punya sanggar kreasi untuk anak anak disabilitas.. Pengin punya karyawan disabilitas juga. Agar mereka punya skill walaupun nggak bisa bekerja layaknya orang normal.
5. Oh iya, bagaimana cerita tentang program donasi lewat kotak tissue itu?
Aku bergabung dengan Sekolah Bisnis Online (SBO) karena aku merasa bisnis itu perlu ilmu. Mentornya namanya Ibu Muri Handayani. Aku ikut kelas SBO sejak Desember 2014. Lalu bulan Mei 2015 ada acara family gathering SBO di Bandung. Aku diundang oleh Bu Muri untuk berbagi kisah tentang skoliosis dan bisnis. Awalnya aku nggak mau karena malu, yang datang para pebisnis sukses sedangkan aku msh belajar. Tapi bismillah aku bersedia.
Sempat nangis waktu lagi cerita masa-masa dulu lagi down pas tahu skoliosis dan harus operasi. Nangis deh di panggung haha. Nah, dari sana Sekolah Bisnis Online memberikan kado. Program kado cinta untuk sahabat berupa penggalangan dana melalui “kecanduan sedekah” yang dipegang Mbak Rochma yang juga alumni SBO.
Program galang dana ini dari ramadhan kemarin tapi dana yg terkumpul masih sangat jauh. Sampai sekarang masih berusaha supaya 200 juta bisa terkumpul dengan menjual kotak tissue. Mudah-mudahan tercapai. Mohon doanya ya.
5. Apa pesan-pesan untuk kawan skolioser lain?
Untuk temen-temen skolioser; disabilitas bukan halangan untuk berkarya dan berbisnis. Jadikan kekurangan yang kita miliki sebagai motivasi terbesar untuk menunjukan pada dunia bahwa kita mampu. Mampu mandiri, mampu berkarya, dan mampu berprestasi.
Diny3
*******
Catatan:
Harga kotak tissue flanel adalah Rp 80.000 sudah termasuk donasi sebesar Rp 30.000 yang akan digunakan sebagai dana untuk operasi skoliosis Diny. Jika kawan-kawan berniat membantu atau membeli kotak tissue tersebut silakan menghubungi via FB dengan akun Diny Bintang Kecil.
Screenshot_2015-11-24-13-58-20

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.